Entri Populer

Senin, 05 September 2011

tugas


Perkembangan Politik Indonesia Mengkhawatirkan.
http://jabarkita.com/wp-content/uploads/2011/07/Burhan-Muhtadi.jpg

Bogor-Jabarkita.com–Pengamat politik Burhan Muhtadi mengkahwatirkan perkembangan politik di Indonesia. Khususnya berkaitan dengan deemokratisasi dan lemahnya partisipasi rakyat pemilih dalam pemilu dan pemilukada saat ini. Burhan menyebutkan bahwa rakyat Amerika Serikat mengalami penurunan partisipasi pemilih mencapai hanya 50 prosen dalam waktu hamper 200 tahun, sementara penurunan partisipasi yang tajam di Indonesia hanya dalam waktu sepuluh tahun.
“Amerikan mengalami penurunan partisipasi politik pemilih dalam waktu dua ratus tahunan, Indonesia hanya dalam 10 tahun mengalami penurunan dengan angka yang hamper sama,”ujar Burhan Mutadi.
Analisa tersebut disampaikan Burhan dalam acara saresehan politik yang diselenggarakan KPU kabupaten Bogor di Gedung Serbaguna Pemda Bogor Kamis (14/7). Saresehan yang juga dihadiri oleh para pimpinan parpol di Kabupaten Bogor juga menghadirakan bupati Bogor Rahmat Yasin sebagai narasumber dalam saresehan politik tersebut. Rahmat sendiri mengungkapkan tentang berbagai kondisi objektif permasalahan politik di wilayahnya.
Ketua KPU Kabupaten Bogor Ahmad Fauzi menyatakan bahwa acara ini sebagai bagian dari upaya untuk menyamakan persepsi politik di antara para pemangku kepentingan khususnya di Kabupatenj Bogor, baik di antara parpol, pemerintah dan masyarakat. Sementara itu KPU sebagai lembaga penyelenggara pemilu dan pemilukada menurutnya perlu memfasilitasi penyatian pemahaman dan langkah diantara berbagai elemen politik tadi






SBY: Perkembangan Politik di Indonesia Tak Sehat
http://sinarpaginews.com/wp-content/uploads/2011/07/SBY2.jpg

Presiden Susilo Bambang Yodhoyono
BOGOR, SPN --Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan perkembangan politik di Indonesia benar-benar tidak sehat dan menyimpang dari praktik politik yang ksatria.
Penyataan tersebut disampaikan SBY dalam konferensi pers di kediamannya Puri Cikeas Indah, Bogor, Senin malam, untuk merespon kisruh pemberitaan Partai Demokrat yang terjadi selama dua bulan terakhir.Menurut SBY, saat ini ada pihak tertentu yang menyebarkan intrik dan berita bohong dengan tujuan ingin memecah belah dan menghancurkan Partai Demokrat.
“Dengan segala kerendahan hati perilaku politik seperti ini sungguh tidak mencerdaskan kehidupan bangsa yang menjadi tujuan pembangunan dan demokrasi yang bermartabat di negeri kita,” ujarnya.
SBY menilai saat ini pemberitaan media massa, bahkan media massa yang memiliki kredibilitas dan reputasi yang baik, terus mendiskreditkan Partai Demokrat dengan berita hanya bersumber dari pesan pendek (SMS) maupun pesan BlackBerry (BBM).
“Yang saya tidak pernah paham dengan akal dan logika saya justru berita yang hanya bersumber dari SMS dan BBM dijadikan judul besar, tema utama, dengan ‘headline’ yang menyolok,” katanya.
Termasuk dalam upaya memecah-belah Partai Demokrat, lanjut dia, adalah beredarnya pesan pendek yang menyatakan Partai Demokrat akan menggelar kongres luar biasa untuk mengganti Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.
“Saya pastikan Partai Demokrat tidak merencanakan kongres luar biasa seperti itu. Diadu domba pula seolah ada unsur pimpinan Partai Demokrat yang mengusulkan kepada saya untuk menggelar kongres luar biasa dan kemudian menurunkan ketua umum saudara Anas Urbaningrum. Usulan dan permintaan seperti itu juga tidak ada,” tutur SBY yang mengenakan kemeja tenun ikat berwarna biru.
Yang ada, lanjutnya, adalah rencana rapat koordinasi nasional Partai Demokrat yang memang sudah diagendakan pada akhir Juli untuk melakukan konsolidasi.  SBY mengatakan, ia perlu menyampaikan penjelasan dan keterangan atas perkembangan yang terjadi karena dinilainya sudah menyimpang dari akal sehat. Untuk itu, ia meminta para kader Partai Demokrat untuk menahan diri dan tidak menambah persoalan serta jangan mau dijadikan obyek adu domba dalam berbagai talk show.




http://3.bp.blogspot.com/_vJsaHH4v8vQ/ShDw17rNzXI/AAAAAAAAAT0/XKAupIazJh0/s200/capres+2009.jpg

Mengamati perkembangan politik Indonesia akhir-akhir ini memang mengasyikkan. Selalu ada teka-teki dan gerakan-gerakan tak terduga dari para elit politik negeri ini. Tak ayal, jadwal menonton film kartun anakku dan infotainment istriku harus terkalahkan dengan berita-berita pemilu di TV-One dan Metro TV. Kedua televisi berita ini memang sedang bersaing untuk menyajikan yang terbaik, bagi saya ini merupakan sebuah keuntungan.

Deklarasi Capres dan Cawapres disusul dengan pendaftarannya di
KPU kemaren menjawab sudah pertanyaan banyak kalangan tentang arah koalisi dan komunikasi politik antar partai selama ini. Pasangan Jusuf Kalla dan Wiranto lah yang paling cepat mengambil langkah sementara SBY masih sibuk "istiharah" mencari cawapres yang se –chemistry dengan dirinya dan Megawati "rebutan" dengan Prabowo untuk siapa yang jadi capres.

Dengan segala kelebihan dan kekurangan, masing-masing capres dan cawapres di atas saya kira semuanya mempunyai integritas yang tinggi. Munculnya dukungan dan cercaan baik di dunia nyata atau alam maya merupakan sebuah pro dan kontra wajar dalam dunia politik. Hal tersebut malah bisa dijadikan referensi pilihan kita






Rencana besanan SBY-Hatta dinilai berdampak negatif
http://bisnis-jabar.com/wp-content/uploads/2011/04/SBY-hatta-300x150.jpgOleh John Andi Oktaveri

JAKARTA: Rencana pernikahan Edhie Baskoro Yudhoyono, putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dengan Aliya Rajasa, putri Menko Perekonomian Hatta Rajasa, dinilai bisa berdampak negatif terhadap perkembangan politik di Tanah Air.
Pengamat poltik dari Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi mengatakan peristiwa pertunangan itu menyegarkan kembali memori masyarakat terhadap zaman kerajaan di masa lalu, di mana perkawinan merupakan salah satu bentuk untuk memperkuat posisi politik.
Dia menilai sulit menghilangkan asumsi masyarakat bahwa perkawinan putra dan putri para elit politik Indonesia itu didesain untuk tujuan politik.
Untuk zaman sekarang, kata Adhie, perkawinan politik lewat hubungan keluarga ini disebut KKN. Mayoritas masyarakat Indonesia, ujarnya, melihat hal ini secara negatif karena kekuasaan akan dikuasai oleh sepasang besan kalau perkawinan itu nantinya terjadi.
Hal itu, ujarnya, berbeda dengan perkawinan antara putra mahkota Inggris Pangeran William dengan Kate Midleton yang berasal dari rakyat biasa.
“Ini mengingatkan kita ke zaman kerajaan ketika kekuatan politik merger melaui hubungan pekawinan. Kalau ini terjadi, memang ini satu kemunduruan,” ujarnya kepada wartwan.
Adhie mengatakan berita dan isu soal kedekatan keluarga Yudhoyono dan keluarga Hatta Rajasa memang sudah muncul sejak lama.
“Jadi sejak awal memang sudah didesain untuk mempertemukan anak-anak mereka. Hal ini berbeda dengan di Inggris, itu kan secara alamiah,” ujar mantan juru bicara Presiden Gus Dur tersebut.
Namun demikian, Adhie juga tidak menampik kalau hubungan itu juga bisa berdampak positif terhadap penguatan dukungan politik bagi Yudhoyono dan Hatta. Lebih lanjut Adhie memperkirakan Ani Yudhoyono bisa saja maju sebagai pasangan capres dan cawapres bersama Hatta Rajasa pada 2014.(Yanto Rachmat Iskandar)


Hadapi Pilpres 2014, Kalla Pelajari Perkembangan Politik

http://www.antarajateng.com/publik/1714756101pelajari.gif


Jakarta (ANTARA News) - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan akan mempelajari perkembangan politik beberapa tahun ke depan guna melihat kemungkinan pada pemilihan presiden 2014.

"Pemilihan presiden masih lama, tiga setengah tahun lagi. Kita akan pikir dulu, apakah bangsa ini masih membutuhkan," kata Jusuf Kalla usai menerima kunjungan dari Ketua DPD RI, Irman Gusman, di Gedung Palang Merah Indonesia, Jakarta, Senin.

Jusuf Kalla mengatakan hal itu menjawab pertanyaan pers dalam menyikapi wacana yang menyebut namanya sebagai salah satu bakal calon presiden dari Partai Golkar.

Menurut dia, pemilihan presiden itu masih lama sehingga dirinya masih mempertimbangkannya sekaligus mempelajari perkembangan konstelasi politik ke depan.

Secara terpisah, Ketua DPP Partai Golkar, Priyo Budi Santoso, mengatakan Partai Golkar hingga saat ini belum membahas soal nama-nama calon presiden.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar